Langsung ke konten utama

Syi'ir bikin trenyuh!

Ya Rabbana' tarafna, asli ini salah satu dari sekian banyak syi'ir yang benar-benar bikin trenyuh. Syi'ir ini digubah oleh Al-Imam Al-Qutub Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad, salah seorang 'alim 'allamah yang juga mengarang Ratib al-Haddad, kitab wirid dan zikir yang teramat masyhur di kalangan santri.

Teman-teman bisa coba rasakan sensasinya dengan membaca syi'ir ini beserta dengan artinya. Pada detik yang sama, barengi dengan menyesap kopi hangat hingga tandas. Lalu, tarik napas kemudian hembuskan. Rasakan bagaimana rahmat Tuhan yang begitu luas bagi hamba-Nya.

Dalam syi'ir yang seringkali juga digunakan sebagai doa penutup setelah belajar ini ternyata apabila kita tadabburi memiliki makna yang mendalam.
Walaupun berkali-kali hamba-Nya terjerembab dalam dosa, melanggar perintah-Nya, bahkan acapkali melampaui batas, tetapi apabila ia kemudian memiliki keinginan yang kuat untuk bertaubat, maka ketahuilah bahwa Tuhan tidak segan-segan mengampuni seluruh dosa hamba-Nya, walau sebanyak buih di lautan.
Sebegitu luasnya rahmat Allah swt. bagi hambanya yang berminat dan berkeinginan untuk kembali pada-Nya, meski dalam keadaan bersimbahkan dosa.

Sekali lagi, benar-benar bikin trenyuh! Wah pokoknya kacau banget dalam mengkoyak-koyakkan hati pembacanya!

Berikut kiranya syi'ir Ya Rabbana' tarafna yang saya sadur dari dutaislam.com semoga bermanfaat!

يَارَبَّنَااعْتَرَفْنَا    بِأَنَّنَااقْتَرَفْنَا

Ya Rabbanâ' tarafnā # Bi annanâq tarafnâ
Ya Tuhan kami, kami mengakui # Bahwa kami melakukan dosa

وَأَنَّنَا أَسْرَفْنَا    عَلَى لَظَى أَشْرَفْنَا

Wa annanâ asrafnâ # 'Alâ lazhâ asrafnâ
Dan kami telah melampaui batas-batas # Lebih dekat dengan neraka

فَتُبْ عَلَينَا تَوْبَة    تَغْسِل لِكُلّ حَوْبَه

Fatub 'alainâ taubah # Taghsil likulli haubah
Harap terimalah taubat kami # Yang membersihkan segala dosa

وَسْتُرْ لَنَا العَوْرَاتِ    وَامِنِ الرَّوعَاتِ

Wastur lanâl 'aurâti # Wa âmini rau'âti
Dan sembunyikanlah kekurangan kami # Dan selamatkan kami dari rasa takut

وَاغْفِرْ لِوَالِدِينَا    رَبِّي وَمَوْلُودِينَا

Waghfir liwâlidînâ # Rabbî wa maulûdînâ
Maafkanlah kedua orang tua kami # Juga anak-anak kami, Tuhanku

وَالأَهْلِ وَالأِخْوَانِ   وَسَائِرِالخِلَانِ

Wal ahli wal ikhwâni # Wa sâiril khilâni
Dan keluarga dan saudara-saudara kami # Dan semua sahabat karib kami

وَكُلّ ذِي مَحَبَّه   أَوجِيرَةٍ أَوصُحْبَه

Wa kulli dzî mahabbah # Au jîratin au shuhbah
Dan setiap tubuh yang memiliki kasih  # Tetangga atau sahabat

وَالمُسْلِمِينَ أَجْمَعْ   آمِينَ رَبِّ اَسْمَعْ

Wal muslimîna ajma' # Âmîna Rabbi asma'
Dan muslim seluruhnya  # Oh Tuhan Yang Maha Mendengar

فَضْلًا وَجُوْدًا مَنَّا   لَابِكْتِسَابٍ مِنَّا

Fadhlan wa jûdan mannâ # Lâ biktisâbin minnâ
Oleh kasih dan karunia-Mu, kami unggul # Bukan sebab usaha kita

بِالمُصْطَفَى الرَّسُوْلِ   نَحْظَى بِكُلِّ سُوْلِ

Bil Musthafâ Rasûli # Nahzhâ bikulli sûli
Dengan utusan al-Musthafa (Muhammad saw.)  # Kami mencapai semua niat kami

صَلَّ وَسَلَّمْ رَبِّي    عَلَيْهِ عَدَّالحَبِّ

Shalla wa sallam Rabbî # 'Alaihi 'addal habbi
Selawat serta salam dari Tuhanku  # Semoga tercurahkan kepadanya (Muhammad saw.) sebanyak makhluk yang ada

وَآلِهِ وَالصَّحْبِ    عَدَادَ طَشِّ السُّحْبِ

Wa âlihi wa shahbi # 'Adâda thasysyi suhbi
Dan atas keluarganya dan para sahabatnya  # Sebanyak rintikan hujan

وَالحَمْدُ لِلاِلهِ    فِي البَدْءِ وَالتَّنَاهِي

Wal hamdu lil Ilâhi # Fîl bad i wa tanâhi
Segala puji bagi Tuhan  # Dari awal hingga akhir

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I’TIBAR, MUTABA’AT, DAN SYAWAHID [unedited]

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam struktur tingkatan sumber hukum umat islam, hadis (sunnah) menempati urutan kedua setelah al-qur’an, karena disamping sebagai ajaran islam yang secara langsung terkait dengan kehidupan Rasulullah saw. sebagai suri tauladan, juga karena fungsinya sebagai penjelas (bayan) bagi ungkapan-ungkapan al’qur’an. Hadis Nabi meskipun dalam tingkatan sumber hukum berada pada urutan kedua, namun dalam praktik pelaksanaan ajaran islam sangatlah penting, bahkan tidak jarang dianggap sejajar dengan al-qur’an. hal ini, karena hadis selain sebagai penguat dan penjelas terhadap al-qur’an, terkadang ia secara independent dapat menjadi pijakan dalam menentukan ketetapan hukum terhadap suatu permasalahan yang tidak disebutkan dalam al-qur’an. Hadis dengan berbagai dimensinya selalu menjadi fokus kajian yang problematik dan menarik. Studi hadis pun dikalangan para peneliti hadis terus mengalami perkembangan. Beragam objek studi hadis terus berkembang dari masa ke mas...

Kuliah Jalanan

    Perasaan sekarang ini perkuliahan belum dimulai, namun saya merasa mendapat banyak materi kuliah hari ini. Kamu boleh menyebutnya kuliah "hidup". Semua berawal dari perjalanan saya ke sebuah coffee shop di Pondok Cina (sebuah kawasan di Margonda, pusat kota Depok). Dengan berbekal hem warna merah motif kotak-kotak dan celana panjang bermerk curidimal yang kumal karena belum disetrika, saya berangkat menyusuri padatnya kota Depok siang itu. Perginya saya ke coffee shop itu bukan tanpa alasan, ada misi khusus yang saya emban dan mesti saya lakoni hingga tuntas.     Jalan kakilah saya dari tempat persinggahan by foot sampai halte fakultas teknik Universitas Indonesia. Sesampainya saya di sana, sembari menunggu Bis Kuning (BIKUN) UI lewat saya menyalakan earbud yang baterainya tinggal 10% untuk kemudian dihubungkan dengan smartphone saya via bluetooth. Tak hanya sampai situ, saya pun membuka buku Epistemologi Islam yang sebenarnya merupakan kumpulan materi kuliah Pro...

Lebaran

Hamdalah, Ramadan telah usai, kira-kira apa yang bisa kamu tuai? Mak deg, dada terasa berhenti sejenak. Sedari awal Ramadan ngapain aja yak? Wah masya Allah betul bulan puasa tahun ini, banyak pengalaman baru. 17 hari pertama bulan Ramadan saya habiskan di masjid Ar-Raudhoh Depok. Alhamdulillah, saya dipercaya oleh ustaz saya, Ust. Ahmad Misbahul Ula namanya. Beliau mengajak saya menjadi imam tarawih pada salah satu masjid di Cilodong, Depok. Seru, menantang, deg-degan abis! Betapa tidak, itu kali pertama saya menjadi imam bagi masyarakat yang saya tidak kenal sebelumnya. Terlebih, bacaan surat dalam tarawih ini next level  dibandingkan dengan Ramadan sebelumnya yang mana bacaannya boleh dikata default, yakni At-Takassur sampai An-Nas. Sementara Ramadan ini saya baca surat-surat yang lain, apakah itu Al-Mulk, Ad-Dukhan, serta surat-surat lain. Salah-salah baca ayat ya habis dibully saya! Syahdan, pada tanggal 27 April 2022 saya meluncur pulang ke Banjarnegara menggunakan moda transport...