Langsung ke konten utama

Postingan

Orang Proyek

Seperti petang hari biasanya Menghabiskan sisa hari tanpa anak istri Di istana idaman yang dihuni sendiri Istirahat sejenak ditengah proyek tol pak haji Bersandar manja mengelus dada Sesekali menengadahkan kepala Barangkali Tuhan mengabulkan apa yang ia pinta Gubuk reyot berubah jadi hotel bintang lima Karawang, 27 April 2021

Pasrah

Ya mau bagaimana Daku sendiri tidak bisa sepenuhnya memaksa Perasaan yang ada pada dirinya Mungkin ada mungkin juga tidak Yang terpenting diri ini telah berusaha Melakukan semampu yang ku bisa Oh Tuhan hanya satu yang ku pinta Jagalah dia seutuhnya Depok, 24 April 2021

Rumit

Kamu terlalu rumit untuk dirumuskan Apakah diam-diam menyimpan perasaan Ataukah semua itu oleh karena iba semata Sungguh ini lebih sulit daripada matematika Seabrek hipotesis berceceran Mulai dari yang musykil terjadi Sampai dengan yang besar kemungkinan kedapatan Semua itu kalut dalam pikiran Depok, 21 April 2021

Kesan & Pesan Perkuliahan Hingga Perpulangan

Tujuh bulan berlalu, mulai dari 2 September 2020 hingga begitu cepatnya sudah tiba di bulan April 2021. Mulai dari masa transisi SMA hingga tiba-tiba saja berada di Sekolah Tinggi. Mulai dari menjalani ospek hingga sebentar lagi mengospek (angkatan berikutnya). Mulai dari karantina -singgah di kota lain mengharuskan kita self-qurantine  selama beberapa hari sampai berbebas-bebas ria.  Mulai dari adaptasi hingga keadaan yang memaksa tuk berdikari. Semua itu dijalani dan tak terasa kini sudah berada di masa perpulangan. Ya, tepatnya sudah lebih dari sepekan yang lalu mahasantri Al-Hikam diliburkan. Terlampau banyak kesan untuk diceritakan.  Ada yang membahagiakan dan ada juga yang terkadang-bila diingat- mengesalkan. Semua menjadi satu dalam ruang pikiran yang saling berdesak-desakan di kepala. Namun, jari ini rasanya ingin mengabadikan momen-momen itu melalui media blog. Ya, pengalaman yang sayang kiranya tuk dibuang begitu saja. Pertama, tentu saja sewaktu di ospek oleh kakak tingkat ...

Degree Of Comparison

Pada dasarnya, degree of comparison merupakan kata sifat (adjective) atau kata keterangan (adverb) untuk menunjukkan perbandingan. Degree of comparison sering juga disebut sebagai comparative degrees. Berdasarkan tingkat perbandingannya, degree of comparison dibagi menjadi 3 jenis yaitu Positive Degree, Comparative Degree, dan Superlative Degree. 1. Positive degree digunakan untuk menunjukkan bahwa kedua hal yang dibandingkan berada di level yang sama atau sebanding. Sederhananya, positive degree ini kalau dalam bahasa Indonesia bisa disebut “sama dengan”. Rumus: … + as adjective/adverb as + … Im as tall as him. (Saya sama tingginya dengan dia.) I want to be as strong as my father. (Saya ingin menjadi sekuat ayah saya.) You should practice English as often as you can. (Kamu harus berlatih bahasa Inggris sesering yang kamu bisa.) 2. Comparative Degree Digunakan untuk membandingkan sesuatu yang memiliki sifat lebih dibanding hal lainnya. Dalam comparative degree, kata sifat atau keterang...

Sudah Tau Syarat dan Rukun Salat Jum'at ?

Salat Jum'at salah satu ibadah wajib bagi setiap mukallaf yang tak memiliki udzur syar'i. Kewajiban salat Jum'at didasarkan pada firman Allah dalam Surat Al-Jumu‘ah ayat 9 berikut. يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُوا۟ ٱلْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌۭ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ "Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." Meninggalkan salat Jum'at bagi seorang mukallaf dengan sengaja tanpa udzur syar'i hukumnya ialah berdosa. Apabila tiga kali berturut-turut meninggalkannya tanpa udzur syar'i maka dapat diancam oleh Allah SWT. akan ditutup hatinya sehingga sulit untuk menerima nasihat kebaikan. Naudzubillah . Nah, dalam rangkaian pelaksanaan salat Jum'at, terdapat syarat dan rukun yang harus d...

Ibu

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Sekian lama tak menulis, ingin rasanya menggoreskan kembali pena virtual disini. Heuheuheu . Perihal ibu memang seringkali terasa ambigu. Dalam artian, di satu sisi ingin rasanya berbakti dengan sepenuh hati. Sementara disisi yang lain jiwa ini dipenuhi rasa enggan yang tak bertepi. Mudah untuk diucap, tapi tubuh sulit menanggap. Ketika momen tiba, dipanggilah nama kita olehnya. Rasa nggrundel di hati pun tiba. Sambat dengan segala unek-unek di hati, bergumpal di dalam dan menyesakkan dada. Namun setelah perintah terlaksana, muncul rasa penyesalan secara tiba-tiba. Mengapa tadi saya sambat ketika diminta tuk melakukan sesuatu olehnya? Teringat saya ketika mengkaji tafsir Kalamullah di surat Al-Isra (17) ayat 23. ۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَـٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّۢ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًۭا كَرِ...